Minggu, 06 Januari 2019

Review Kisah Umar Bin Khattab

Umar bin Khattab bin Nafiel bin Abdul Uzza atau lebih dikenal dengan Umar bin Khattab (581- November 644) adalah salah seorang sahabat Nabi Muhammad yang juga khalifah kedua Islam (634-644). Umar bin Khattab dilahirkan 12 tahun setelah kelahiran Rasulullah SAW. 

Ayahnya bernama Khattab dan ibunya bernama Khatamah. Perawakannya tinggi besar dan tegap dengan otot-otot yang menonjol dari kaki dan tangannya, jenggot yang lebat dan berwajah tampan, serta warna kulitnya coklat kemerah-merahan. Umar dibesarkan di dalam lingkungan Bani Adi, salah satu kaum dari suku Quraisy.
.
hikmah yang bisa saya ambil dari cerita Umar Bin Khattab ini salah satunya adalah pada saat paman nabi Muhammad SAW yang sangat mencintai beliau, selalu mendukung dakwah beliau dengan segenap jiwanya, namun tidak Allah berikan hidayah untuk memeluk islam sampai wafatnya, yaitu Abu Thalib.
betapa beruntungnya kita yang bukan siapa siapa, bahkan lahir jauh setelah jaman rasulullah, Allah berikan kita nikmat iman, lahir dan besar dalam keadaan muslim, insyaAllah hingga kembali kepada-NYA.
.
sebagai seorang pemuda muslim, sangat wajib kita untuk menjadi pribadi yang teguh pendrian, berani, kuat, sopan santun, dan cerdas seperti Umar Bin Khattab ra. beliau adalah seorang pemuda yang cukup sangat berpengaruh di wilayahnya. pada mulanya Umar sangat membenci Rasulullah SAW karena ia merasa beliau tellah menggangu ketenangan sukunya dan agamanya. sesaat sebelum ia benar-benar akan membunuh Rasulullah, Allah memberinya hidayah untuk masuk islam. masyaAllah, kuasa Allah, maha membolak balikan hati.

tidak seperti muslim lainnya yang masih berdakwah dan menjalankan peritnah agama secara diam diam, Umar, sesaat setelah ia bersyahadat, ia langsung mengumukan keislamannya di hadapan pemuka kaum quraisy. sungguh besar dan tulus hatinya untuk memeluk islam, sampai ia tak segan untuk menentang kaumnya.
Umar juga dikenal sebagai seorang pedagang yang jujur, dari sebelum ia memeluk islam. 

dan sifat umar yang patut kita contoh pula adalah ia sama sekali tidak mau tertinggl dalam meraih pahala Allah dan berjuang untuk agama islam, walau ia baru saja masuk islam. 

berawal dari seorang yang ingin sekali membunuh rasulullah dengan gantinya adalah nyawanya sendiri, umar berganti menjadi seorang yang sangat keras dalam menegakkan ajaran islam dan selalu siap untuk membela agama Allah ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar